FATWA KHOMEINI VS FATWA ANWAR/JOHN ESPERITO/KRAUTHAMMER

on Sunday, August 24

1. FATWA Imam Khomeini yang dibantah oleh Anwar ini:

Dengan nama-Nya Yang Maha Tinggi
Inna Lillahi Wa Inna Ilahi Rajiuun.

Saya beritahukan kepada kaum muslimin pemberani di seluruh dunia. Telah diterbitkan buku Ayat-ayat Setan yang menghina Islam, Nabi dan al-Quran. Penulis serta penerbit buku itu hukumannya adalah MATI!

Saya mengharap kepada seluruh kaum muslimin pemberani yang menemukan mereka di mana saja untuk membunuh mereka. Sehingga tidak ada lagi orang yang berani menghina hal-hal yang disucikan oleh kaum muslimin.

Siapa saja yang mati dalam usaha membunuh mereka, terhitung sebagai syahid Insya Allah. Perlu diketahui, bila seseorang mengetahui keberadaan si penulis buku, namun ia sendiri tidak dapat membunuhnya, maka ia harus mengabarkan kepada orang lain sehingga mereka yang akan melakukan pembunuhan itu dan ia dapat merasakan akibat dari amal perbuatannya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

25/11/1367 (14 Pebruari 1989)

Ruhullah al-Musawi al-Khomeini

2. Fatwa Anwar Ibrahim =
"I have read The Satanic Verses. I also read Midnight's Children much earlier. I think he's a profound writer. I disagree with him in The Satanic Verses, but you have to deal with this situation. First, it's a literary piece. And second, I think any ruling on any ill-doing of any person must be determined by a court of law. I don't believe it's legitimate for someone to make a pronouncement to condemn any person. If countries dispute the writings of Salman, it should be brought to trial. In Malaysia we chose just to ban the book, because if it weren't, there would be riots. Do you want to defend one man and have so many people killed? But these decisions are difficult because if there's no freedom of expression, then people feel intimidated every time they touch on what's considered to be a sensitive issue."

**Menurut Fahaman Anwar Ibrahim, The Satanic Verses yang hina Rasulullah tu Karya Sastera, maknanya boleh terima lah tu di kotak minda Anwar. Kedua Anwar katakan nanti tidak ada kebebasan berfikir...samalah pandangan YahudiAmerika John Esperito kawankarib Anwar Inrahim...

3. Faisal Tehrani mengulas =
Saya bawa satu contoh lain yang sudah berbelas tahun jauh dari kita (mungkin ada yang belum lahir waktu itu), tetapi untuk sesetengah orang yang Rasulullah itu sentral, ia selalu ingat. Yang tertindas misalnya ialah Nabi Muhammad kerana untuk kuasa Barat, tidak apa mencemuh agama sekalipun dengan alasan kebebasan berfikir. Misalnya novel The Satanic Verses di mana penghinaan terhadap baginda telah diwajarkan.

Yang tertindas tentunya kita kerana Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah untuk kita semua (baca: kemanusiaan). Pencaci baginda Rasul seperti Salman Rushdie, yang untuk sesetengah orang misalnya disanjung sebagai profound writer, tentu sahaja adalah penindas. Kerana itu Imam Khomeini segera menfatwakan penindas keji seperti Rushdie harus dihukum bunuh. Bukan dipertahankan. Tiada tolak ansur. Tidak mungkin seorang profound writer itu penindas. Tetapi, sesetengah orang kerana sudah mabuk, mungkin tidak bersetuju.."
***Siapakah yang dimaksudkan Faisal Tehrani...sesetengah orang sudah mabuk...

4.. Kata John Esperito, Yahudi Amerika yang membela Anwar Ibrahim:

What's different from past events is how major Muslim leaders are condemning it. The fatwa against Salman Rushdie [after his novel "Satanic Verses" was regarded as blasphemous] brought more mixed reactions. They created a gray area. Now the Muslim mainstream is going on the record as saying this is not only irrational but unislamic. They are setting the stage for the possibility that this turns out to be a Muslim terrorist. They want to distance themselves"

Tulis John lagi, "The Ayatollah Khomeini's condemning of novelist Salman Rushdie to death for blasphemy for his Satanic Verses, combined with Iraqi President Saddam Hussein's call for a holy war against the West during the 1991 Persian Gulf War, reinforce fears of a political and cultural confrontation. This is magnified by some who, like Krauthammer, reduce contemporary realities to the playing out of ancient rivalries: "It should now be clear that we are facing a mood and a movement far transcending the level of issues and policies and the governments that pursue them. This is no less than a clash of civilizations--a perhaps irrational but surely historic reaction of an ancient rival against our Judaeo-Christian heritage, our secular present, and the worldwide expansion of both."

***John Esperito YahudiAmerika ne membawa contoh Krauthammer ( ne lah profesor yang kata Nabi Besar Kita Muhammad SAW sebagai pengganas...)
Anwar Ibrahim TIDAK PERNAH Membantah kenyataan Krauthammer bahawa Rasulullah SAW sebagai Pengganas!

4 Komen:

PasJB said...

Hanya Allah SWT tahu kenapa susah sangat anwar jadi PM, semuanya telah ditentukan oleh Allah SWT. Maybe betul juga anwar dah jauh terpesong daripada landasan perjuangan Islam yg sebenar. Bukankah Allah SWT sudah mengingatkan supaya menjauhi kaum Yahudi ini...

Wallahualam

Panglima Perang Cyber said...

SAY NO TO ANWAR !!!

sepandai pandai Anwar mengelak pasti dibongkar juga....

Harap semua dapat celik mata..

http://penembak-tepat.blogspot.com

anakmalaysia said...

Assalamualaikum Tuan,

Teruskan memberi informasi berguna agar semua termasuk penyokong anwar dapat menilai kebenaran

Ahmad Shah Naan said...

Di mana lah letaknya kepintaran orang yang di gelar doktor dan pemimpin ini...

NikmatNya diguna pakai semata untuk menjatuhkan maruah sendiri dan semata untuk menempah tiket ke neraka, semata untuk mematrikan ayat kafir di kepala, semata ingin menjadi babi di padang mahsyar. Maka benar lah firman Allah:

"Mereka lebih senang berada bersama orang-orang yang ada di garis belakang, karena itu Tuhan menutup hati mereka, sehingga mereka tidak mengerti kebaikan beriman dan berjihad." At-Taubah:87

Post a Comment

Blog Archive

Dilema Melayu Sabah

Buku Penulis

Buku Tun Mahathir

Bakal Diterbitkan